🧠Membawa Akses Edukasi ke 3 Juta Siswa Lewat PT Cerebrum
Sejak didirikan pada 2018, PT Cerebrum Edukanesia Nusantara menjadi perusahaan edutech yang berani bermimpi besar untuk memudahkan akses pendidikan di Indonesia. Di bawah kepemimpinan Aditya Pratama Ghifary, startup ini meluncurkan 15 aplikasi bimbingan belajar online, menjangkau lebih dari 3 juta siswa di seluruh nusantara.
Covering berbagai segmen — dari PTN hingga CPNS, PPPK, Polri, TNI, BUMN, hingga tes Al-Qur’an dan LPDP — aplikasi seperti Cerebrum (PTN), JadiASN, JadiPPPK, dan lainnya, telah membantu ribuan pelajar mencapai impian mereka.
Aditya menjelaskan bahwa visi perusahaannya adalah membantu siswa meraih cita-cita: “Kami berkomitmen untuk membantu siswa mencapai impian mereka, baik itu masuk PTN, CPNS, PPPK, atau karier lainnya”.
🕌 Menemukan Makna Mandiri di Balik Masjid Al Kahfi
Selain sebagai CEO, Aditya dikenal juga sebagai tokoh di balik konsep unik Masjid Al Kahfi di Kampung Bunut, Banjaran, Bandung. Masjid ini disebut-sebut sebagai “masjid tanpa kotak amal” karena seluruh biaya operasionalnya ditanggung oleh Badan Usaha Milik Masjid (BUMM) – dari berjualan di marketplace hingga kanal digital.
Hasilnya? Masjid ini sukses mencatatkan GMV sekitar Rp 1,3 miliar per bulan pada Desember 2024. Program andalannya, berupa Malam Minggu Cuan, menjadi tempat belajar bisnis sekaligus keagamaan, yang menarik generasi muda daerah tersebut.
Aditya, yang akrab disapa Kang Adit, mengambil inspirasi dari masjid-masjid sukses lainnya dan menerapkannya di Al Kahfi. Keberhasilannya menunjukkan bahwa masjid bisa berdaya finansial dan menjadi pusat pemberdayaan umat.
🌟 Menghubungkan Dua Wajah: Edukasi dan Keberdayaan
Apa yang dilakukan Aditya di dua bidang berbeda ini sesungguhnya punya kesamaan visi:
- Memberdayakan komunitas lewat teknologi dan inovasi, apakah itu siswa atau jamaah masjid.
- Mendorong kemandirian institusi: PT Cerebrum mandiri lewat bisnis digital, Masjid Al Kahfi mandiri lewat BUMM.
- Menginspirasi perubahan sosial secara nyata, bukan sekadar wacana idealis.
✨ Kata Akhir — Dari Bandung untuk Indonesia
Aditya Pratama Ghifary membuktikan bahwa kepedulian sosial bisa dikombinasikan dengan bisnis cerdas. Di sektor pendidikan, ia membuka pintu akses belajar untuk jutaan siswa lewat inovasi aplikasi. Di sektor spiritual, ia mengubah masjid jadi pusat ekonomi dan pelatihan komunitas.
Dua kisah berbeda, tapi satu tujuan yang sama: menghadirkan solusi nyata untuk masyarakat luas. Semoga ini menjadi inspirasi bagi generasi muda dan pelaku usaha lainnya untuk ikut mencipta inovasi yang bermanfaat!
